Proses produksi botol PET/PE dengan metode blow molding.

Proses produksi botol PET/PE dengan metode blow molding.

cetakan-20

Seluruh proses produksi botol cetakan tiup (mengambil contoh cetakan tiup peregangan injeksi satu langkah)
Prinsip utamanya adalah mencetak parison dengan metode injeksi, kemudian langsung melakukan peregangan dan pencetakan tiup pada mesin yang sama. Metode ini sangat cocok untuk pembuatan botol air mineral PET dan botol minuman berkinerja tinggi.
Langkah 1: Persiapan dan pra-perlakuan bahan baku
Bahan yang paling umum digunakan adalah PET (polietilen tereftalat), dan juga dapat diterapkan pada PP, PC, dan lain-lain.

Pengeringan: Bahan baku PET memiliki higroskopisitas yang kuat dan harus dikeringkan secara ketat pada suhu tinggi (seperti 150-180℃) menggunakan pengering dehumidifikasi untuk mengurangi kadar air hingga tingkat yang sangat rendah (seperti di bawah 0,005%). Ini adalah kunci untuk memastikan botol tetap transparan dan tidak mudah rapuh.

Langkah 2: Pencetakan injeksi parison
Pelet PET kering disedot ke dalam laras mesin cetak injeksi, kemudian dipanaskan dan dilunakkan hingga menjadi cairan.

Lelehan disuntikkan ke dalam cetakan parison melalui sekrup injeksi untuk membentuk parison transparan berbentuk tabung reaksi.

Bagian mulut botol dari parison telah sepenuhnya terbentuk dan mencapai akurasi dimensi akhir pada tahap ini.

Langkah 3: Penyesuaian suhu parison
Parison panas yang telah dibentuk dipindahkan ke stasiun pengontrol suhu. Selama proses ini, parison didinginkan secara merata hingga kisaran suhu ideal yang paling sesuai untuk peregangan (sekitar 90-110℃). Keseragaman suhu adalah kunci untuk memastikan kualitas pencetakan tiup selanjutnya.

Langkah 4: Peregangan dan pencetakan tiup
Ini adalah langkah paling penting, yang diselesaikan di dalam cetakan blow molding.

Peregangan memanjang: Cetakan blow molding ditutup, dan batang peregang dimasukkan dari atas ke bawah ke dalam parison untuk meregangkannya secara memanjang hingga ke dasar cetakan.

Peniupan bertekanan tinggi: Pada saat yang bersamaan, udara bertekanan tinggi (biasanya 20-40 bar) ditiupkan dari bagian atas batang peregang, meniup lembaran kertas secara lateral seperti balon dan menempel erat pada dinding bagian dalam cetakan cetak tiup dingin.

Langkah 5: Dinginkan dan diamkan
Botol tersebut dijaga tetap bertekanan di dalam cetakan blow molding dan didinginkan selama beberapa detik untuk mempertahankan bentuknya. Saluran pendingin di dalam cetakan akan dengan cepat menghilangkan panas.

Langkah 6: Buka cetakan dan keluarkan
Cetakan blow molding dibuka, dan botol-botol yang sudah terbentuk dikeluarkan oleh tangan mekanis dan diangkut ke proses selanjutnya.

Langkah 7: Pasca-pemrosesan dan inspeksi kualitas
Pemangkasan: Buang kelebihan bahan (pegangan) dari mulut botol.

Deteksi

Deteksi kapasitas: Memastikan keakuratan jumlah pengisian.

Uji kinerja penyegelan: Periksa apakah ukuran mulut botol dan ulirnya memenuhi syarat.

Deteksi ketebalan dinding: Gunakan alat pengukur ketebalan ultrasonik untuk memastikan ketebalan badan botol yang seragam, terutama di bagian bawah dan bahu.

Uji tekanan: Untuk botol minuman berkarbonasi, diperlukan uji ketahanan tekanan internal.


Waktu posting: 25 September 2025