Proses pembuatan cetakan injeksi terutama meliputi langkah-langkah berikut:
Desain dan analisis cetakan:
Gunakan perangkat lunak CAD untuk mendesain struktur cetakan, termasuk permukaan pemisah, inti cetakan, penggeser, sistem pengeluaran, dll.
Gunakan perangkat lunak analisis aliran cetakan (seperti Moldflow) untuk mensimulasikan proses pencetakan injeksi dan mengoptimalkan posisi gerbang serta desain sistem pendinginan.
Pemilihan dan praperlakuan material:
Pilih material baja yang sesuai seperti S136, H13, dll. sesuai dengan persyaratan produk dan umur cetakan.
Lakukan pra-perlakuan pada baja, seperti penghilangan tegangan, untuk mencegah deformasi selanjutnya.
Proses pemesinan presisi:
Pemesinan CNC: Gunakan mesin perkakas CNC berkecepatan tinggi untuk memproses komponen inti seperti inti cetakan dan rangka cetakan dengan akurasi ±0,005 mm.
Pemesinan pelepasan listrik (EDM): Memproses alur dalam, sudut tajam, atau tekstur presisi yang sulit diproses oleh CNC.
Pemolesan: Poles permukaan inti cetakan. Sesuai dengan persyaratan produk, kekasaran permukaan dapat mencapai Ra0,01 – 0,4μm.
Proses pengukiran:
Pengukiran mekanis: Menggunakan alat mekanis untuk mengukir pada permukaan cetakan, cocok untuk pengolahan halus pola yang kompleks.
Pengukiran laser: Menggunakan sinar laser berenergi tinggi untuk menyinari permukaan cetakan, menyebabkan material menguap atau meleleh seketika untuk membentuk pola ukiran, cocok untuk memproses pola yang presisi tinggi dan kompleks.
Perakitan dan debugging cetakan:
Pasang ejektor, slider, pilar pemandu, saluran air pendingin, dll. untuk memastikan pergerakan bagian-bagian yang bergerak lancar.
Melakukan uji produksi pada mesin cetak injeksi, menyesuaikan parameter (suhu, tekanan, siklus), mendeteksi ukuran dan tampilan produk, serta mengoptimalkan dan menyesuaikan sesuai dengan hasil uji cetakan.
Percobaan dan optimalisasi cetakan:
Produksi percobaan pada mesin cetak injeksi, periksa kondisi pengisian, efek pendinginan, dan tampilan produk cetakan.
Lakukan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan hasil uji coba cetakan, seperti memodifikasi ukuran gerbang, menyesuaikan saluran air pendingin, dll.
Perlakuan permukaan dan pemrosesan selanjutnya:
Perlakuan permukaan cetakan, seperti pembakaran matahari, etsa, pelapisan, dll., untuk meningkatkan ketahanan aus dan kualitas tampilan cetakan.
Lakukan pemrosesan lanjutan yang diperlukan pada produk jadi, seperti penyemprotan, sablon, dll., untuk memenuhi persyaratan tampilan dan fungsi khusus.
Aspek-aspek berikut dapat dipertimbangkan ketika memilih proses pengukiran cetakan injeksi yang sesuai:
1. Persyaratan produk
Persyaratan penampilan
Jika produk memiliki persyaratan penampilan yang sangat tinggi, seperti cangkang produk elektronik konsumen kelas atas, pengukiran laser mungkin merupakan pilihan yang lebih baik karena dapat menghasilkan pengukiran pola yang sangat halus dan kehalusan permukaan yang tinggi. Untuk beberapa produk yang persyaratan penampilannya tidak terlalu detail tetapi sensitif terhadap biaya, pengukiran mekanis dapat memenuhi persyaratan penampilan dasar dengan biaya yang lebih rendah.
Persyaratan fungsional
Jika pengukiran berdampak pada fungsi produk, seperti terdapat struktur atau persyaratan saluran khusus di dalam bagian cetakan injeksi, dan posisi serta bentuk pengukiran perlu dikontrol secara tepat, pengukiran mekanis mungkin lebih cocok untuk persyaratan fungsional yang kompleks tersebut karena proses pengolahannya relatif lebih mudah dikendalikan.
2. Bahan cetakan
Cetakan baja
Untuk cetakan baja, karena kekerasan, kekuatan, dan ketahanan ausnya yang tinggi, baik pengukiran mekanis maupun pengukiran laser dapat diterapkan dengan baik. Namun, jika presisi yang lebih tinggi yang diinginkan, pengukiran laser mungkin memiliki lebih banyak keunggulan.
Cetakan aluminium
Cetakan aluminium memiliki biaya produksi yang rendah, siklus produksi yang singkat, dan kinerja pembuangan panas yang baik. Untuk cetakan aluminium, pengukiran laser relatif lebih cocok, karena pengukiran mekanis dapat menyebabkan keausan yang lebih besar pada cetakan, sedangkan pengukiran laser merupakan proses tanpa kontak, yang dapat mengurangi kerusakan pada cetakan aluminium.
3. Anggaran biaya
Biaya peralatan
Biaya peralatan ukir laser relatif tinggi. Jika anggaran terbatas, ukir mekanis adalah pilihan yang lebih ekonomis.
Biaya pemrosesan
Pengukiran laser cepat, dan biaya pemrosesannya mungkin lebih rendah dalam produksi skala besar; sedangkan pengukiran mekanis lambat, tetapi peralatannya sederhana, dan biayanya relatif terkendali dalam produksi skala kecil.
4. Persyaratan efisiensi produksi
Produksi skala besar
Jika produksinya berskala besar, kecepatan tinggi pengukiran laser dapat sangat meningkatkan efisiensi produksi. Meskipun biaya peralatannya tinggi, dalam jangka panjang mungkin lebih hemat biaya.
Produksi dalam jumlah kecil
Untuk produksi dalam jumlah kecil, pengukiran mekanis memiliki biaya yang lebih rendah, dan parameter pemrosesannya dapat disesuaikan secara fleksibel sesuai dengan kondisi aktual.
Waktu posting: 04 Juli 2025
